Sabtu, September 27, 2014
Sebuah Penantian Panjang [ Menunggu #2 ]
Sabtu, September 27, 2014Gelasku sudah lama kosong saat aku menunggumu. Dan sampai sekarang aku masih menunggumu. Lama sekali rasanya. Mungkin aku sudah bosan. Tapi...
Gelasku sudah lama kosong saat aku menunggumu. Dan sampai sekarang aku masih menunggumu. Lama sekali rasanya. Mungkin aku sudah bosan. Tapi aku tak akan pernah berpaling. Aku akan tetap menunggumu.
Aku duduk di sebuah café yang ramai pengunjung. Tapi aku datang sendirian. Aku duduk di tepi sebelah kiri café itu. Yang kulihat hanya jalanan yang penuh dengan kendaraan yang lewat tanpa permisi. Ada yang melaju dengan pelan dan santai. Ada juga yang melaju dengan cepat dan tergesa-gesa. Ada pejalan kaki yang berjalan sendirian membawa beberapa buku fotokopian. Ada juga pejalan kaki yang berjalan berdua sambil bergandengan tangan saat menyeberangi jalan.
Terkadang aku berharap ada mobilmu yang tak sengaja lewat dan berhenti tepat di depan café. Setiap kali ada sekumpulan cahaya yang semakin lama semakin terang di permukaan jalan pertanda kendaraan lewat, aku mengira bahwa itu kendaraanmu. Atau pejalan kaki yang tak sengaja kulihat dan menatapku kembali itu adalah kamu.
Aku lelah berharap. Tapi aku takkan menyerah. Sampai aku bisa memenangkan kasih sayangmu. Aku ingat seseorang mengatakan padaku bahwa cinta kadang tak harus diungkapkan. Tapi, kita memahaminya… pemahaman cinta.
Dan bagaimana kau tahu aku sedang jatuh cinta padamu jika aku tak pernah mengungkapkannya? Atau bagaimana bisa kau paham dengan sikap gugup, gelisah, dan bahkan salah tingkah saat melihatmu jika tau tak pernah peka bahwa aku sedang jatuh cinta padamu?
Aku menunggumu karena aku ingin kau tahu, ada seseorang yang menantimu… menantimu untuk memenuhi harapannya. Ada seseorang yang mendambakanmu… mendambakanmu karena kau begitu indah. Ada seseorang yang setia merindukanmu. Kau tahu, sulit sekali rasanya menahan rindu. Ia terus tetap tumbuh setiap kali aku memikirkanmu. Seperti candu, aku sulit menghentikannya.
- RYAN HIDAYAT
- RYAN HIDAYAT