Mapala-LH
MAPALA LINGKUNGAN HIDUP UPI 'YPTK' PADANG
Selasa, Oktober 02, 2012
SALAM RIMBA.. SALAM LESTARI..
*LESTARIII…
Hari ini, aku tak pernah
menyangka hal yang selama ini aku tunggu-tunggu, terjadi juga. Aku masuk dalam
organisasi MAPALA (Mahasiswa Pencinta Alam). Memang sedari dulu saya suka
bergaul dengan alam. Alam adalah tempat dimana semua hal yang tak pernah kau
duga itu terjadi. Bisa jadi hal positif dan bisa jadi hal itu negative. It’s so
WOW! Jika kamu merasa dekat dengan alam, beban yang dipikul seakan-akan
diangkat dan di buang jauh-jauh dan tak pernah kembali. Ini adalah organisasi
yang pertama kali aku ikut berpatisipasi didalamnya. Alasan kenapa saya masuk
Mapala ini yah.. karna saya merasa ‘inilah diri saya.’ Saya seperti menemukan
jati diri saya. Ingat! Ini adalah yang pertama kali bagi saya. Melakukan
kegiatan luar biasa di luar sana memang bukan yang pertama kali. Mungkin saya
belum beradaptasi. Entahlah.. atau mungkin saya belum terbiasa. Seperti tidur
di tenda, membuat api unggun. I know it. Itu memang seharusnya hal yang
dilakukan di alam atau hutan jelasnya. Tapi, hal itu sendirilah yang belum
terbiasa saya lakukan. Kan ada pepatah
‘ala bisa karena terbiasa.’ Saya bisa, tapi belum terbiasa.
Kata orang banyak, ‘Alam itu
kejam.’ Aku tidak percaya alam itu kejam. Itu tergantung bagaimana kita
menjalani dan melewatinya. Contohnya, banyak hewan buas di hutan sana. Kita
tidak tahu kapan dia akan menyerang kita.
Atau alam tidak mengijinkan kita tinggal dengannya. Apa itu yang
dikatakan kejam? Apakah kita tidak terfikirkan sebelumnya, bahwa kita
sendirilah yang membuat itu semua terjadi. Seperti ada binatang buas, kita
sendiri yang memberi signal kalau ‘inilah aku. Makanlah!’ Kenapa saya
mengatakan hal yang demikian, contohnya beruang, beruang tidak memakan
mangsanya jika sudah tidak bernafas atau telah menjadi bangkai. jika kita lari
atau menjauh dari si beruang tadi, secara tidak sadar kita telah memberikan
signal bahwa ‘inilah saya! Makanlah! Atau alam yang tidak mengijinkan kita
tinggal dengannya. hutan yang liar, sungai kering, pepohonan mati, siapa
penyebab itu semua? Siapa lagi kalau bukan kita, manusia. Penebangan liar,
membuat polusi udara, itu adalah kita sendiri yang buat. Kita yang menyebabkan
hutan kita itu rusak. Jika kita bersahabat dengannya, mungkin ini tidak
terjadi.
‘Camping.’ Kalo denger kata
camping nih. Rasanya tuh.. kaya kita lagi camping. Entahlah.. aku memang tidak
ahli dalam berandai andai. 29 September, tepatnya sabtu malam, anggota Mapala
LH (Lingkungan Hidup) mengadakan acara Camping di Ngalau Ribuik, Indarung,
Padang, Sumatera Barat. Acara ini sih dibuat untuk silaturrahmi kepada anggota
baru. Aku gag sempat berfikir gimana nantinya. aku hanya menjalani apa yang
dikonstruksikan oleh senior. Berjalan berkilo-kilo meter, membawa barang yang
beratnya dua kipat dari badan saya, mendaki gunung, lewati sungai, mendirikan
tenda, mencari kayu bakar, nangkring di depan api unggun. Aku suka suasananya
pada saat itu. Mendapat pengalaman yang selalu aku nanti-nanti,dan teman yang
selama ini aku cari-cari. Seperti menemukan keluarga baru. Ingin rasanya
berbagi kisah kepada pembaca, tapi rasanya sajalah yang dapat saya utarakan.
Atau mungkin saya terlalu bahagia yang tak bisa diungkapkan hanya dengan
kata-kata. Terima kasih J
SALAM RIMBA.. SALAM
LESTARI.. *LESTARIIII
![]() |
| @ngalau ribuik, Indarung, Padang, Sumatera Barat, tempat dimana Mapala-LH camping |
![]() |
| Kemah Utama. tempat para senior Mapala stayhome. yang masih anggota biasa kaya gue sama temen-temen gue gag boleh lewat ke situ. gag sopan! |
![]() |
| Kemah para anggota baru kaya kita kita nih. ini masih punya cewe. namanya tenda 'dam'. yang cowo tenda 'A.' cuma belum jadi. hihihi |
![]() |
| sumber air sudekat. hihihi.. air ini bisa diminum langsung. segeeerrr.. |





0 comment(s)