Minggu, Januari 26, 2014
Kamis, Januari 23, 2014
IBU
Kamis, Januari 23, 2014Wanita itu memberikan kasihnya untukku lebih dari yang aku minta. Siapa yang tidak beruntung memilikinya? Dia itu seperti malaikat yang...
Wanita itu memberikan kasihnya untukku lebih dari yang aku minta.
Siapa yang tidak beruntung memilikinya? Dia itu seperti malaikat yang tercipta
untukku. Yang dikirim oleh Tuhan untuk menyayangiku, melindungiku, dan
mengayomiku. Bukankah seharusnya aku balas kasihnya yang tanpa batas itu? Benar. Itulah yang seharusnya kamu lakukan. Walaupun
ia tak meminta balasan, tapi aku ingin menunjukkan rasa terima kasihku untuknya
dan rasa syukurku untuk Tuhan. Dialah
yang membawaku di dunia ini. Dunia yang indah ini. Dia juga yang membukakan
mataku untuk melihat matahari yang terbit dari barat. Apa jadinya aku tanpa
dia? Aku tak bisa membayangkan jika harus kehilangan dia. Karena, untuk dialah
aku hidup. Atau untuk menghargai pemberian
Tuhan yang tak pernah aku bayangkan sebelumnya.
Aku panggil ia dengan sebutan “Ibu”
Selasa, Januari 21, 2014
Bersenang-senanglah
Selasa, Januari 21, 2014terucap yang tak ingin kuucap, tertetes juga rintik-rintiknya hujan semalam, merasakan pedih juga kah langit? hingga kini ku tahan pedih...
terucap yang tak ingin kuucap,
tertetes juga rintik-rintiknya hujan semalam,
merasakan pedih juga kah langit?
hingga kini ku tahan pedih ini
tetapi masih tertumpah air mata dari langit mendung
yang juga membuat kelam hatiku
masih mampu kutesenyum dalam perih ini
masih sanggup kutertawa dalam tangis ini
tapi tak sangup ku menatap indahnya matanya lagi
ingin tertumpah benak ini ke sanubari bumi ini
agar dia tau
agar dia mengerti
ku cinta dia
inginnya yang selalu ku tolak
kukabulkan dengan pikiranku
bukan hatiku
masih sanggup pikiran ku katakan aku tidak cinta padamu
tapi hatiku tak mampu berbohong
aku cinta kamu
aku sayang kamu
kini
dan kini
mulai detik ini
perlahan akan hilang dari hati mu bayang hinaku
memang tak ada lagi pengisi hariku yang fana
ingin ku sapa kau tapi ku sadar
sadar aku
kau ingin aku mejauh dari hidupmu
kau ingin ku tak mengusik kesenanganmu
berulang kali ku berfikir
untuk katakan selamat pagi saja
kau tak ingin ku di sisimu saat ini
tapi ku tak boleh egois
ini cintaku
ini hatiku
kau tahu
dan aku tahu
selamat
selamat akan hidupmu yang baru ini
tanpa aku
tanpa perusak
tanpa ada yang membuatmu sedih
tertawa lepaslah kau
meski bukan di sisiku
itu telah cukup mengoreskan wasiat terakhirku dalam cintaku
resapilah aku jika aku tiada nanti
tetap jaga kau yang kusayang seperti ini
jangan kau ubah pantulan senyummu
selamat atas yang kau dapatkan
bersenang-senanglah
- Adil Pratama
Selasa, Januari 21, 2014
Pesan Gitar Tua
Selasa, Januari 21, 2014Tidak terbaca lagi mau hati. aku kalahkan dia dengan niat mengalahkan emosi dan egois merangkai, berubah 100 % halusinasi. Berka...
Tidak terbaca lagi mau hati.
aku kalahkan dia dengan niat
mengalahkan emosi dan egois merangkai,
berubah 100 % halusinasi.
Berkata dengan bulan yang terdiam, bohong.
Bernyanyi di temani bulan, Gila
Aku hanya mengayunkan petikan manis,
melodikan kesepian , dan terangkul dalam sunyi.
Aku tak memejamkan, bahkan ini sangat letih.
Disaat ketidak berdayanya aku.
Egois yang kalah, menyerang dengan rindu.
Aku mati !
Selamatkan aku.
Terayun melodi sendu, tak berdaya, lemah
KRITIS.
Gitar tua yang berdebu
- Adil Pratama
Senin, Januari 20, 2014
MALAM
Senin, Januari 20, 2014Malam ini bukan malamku. Malam ini bukan malammu. Tapi malam ini malam kita berdua. Tak ada yang meminta rembula...
Malam ini bukan malamku.
Malam ini bukan malammu.
Tapi malam ini malam kita berdua.
Tak ada yang meminta rembulan bersinar terang seperti bola matamu
yang setiap kau tatap kearahku dan mulai kau ukir senyuman manis di wajahmu.
Tapi malam menghadiahkannya untukku, untukmu, untuk kita.
Kenapa indah sekali malam ini?
Tak ada yang meminta bintang-bintang berserakan dilangit sana
seperti berlian yang melingkar dijari manismu.
Tapi malam seolah sudah memberikan kita paket khusus untuk malam ini.
Kenapa indah sekali malam ini?
Ada tiga hal yang membuat aku
bahagia malam ini.
Rembulan, bintang, dan kamu.
Rabu, Januari 01, 2014
Tuhan dan Hari Baru
Rabu, Januari 01, 2014Pada pagi hari, Tuhan tidak pernah merasa terkejut dan berfirman, ‘ Hari baru lagi.’ Ia senantiasa berkeliling merawat segenap ciptaanNy...
Pada pagi hari, Tuhan tidak pernah merasa terkejut dan
berfirman, ‘ Hari baru lagi.’ Ia senantiasa berkeliling merawat segenap
ciptaanNya dengan sangat cermat dan hati-hati tanpa memperhitungkan hari.
Ia senantiasa merawat segala yang kita kenal dan juga yang
tidak kita kenal dan juga yang tidak pernah bisa kita kenal.
