Puisi
Bersenang-senanglah
Selasa, Januari 21, 2014
terucap yang tak ingin kuucap,
tertetes juga rintik-rintiknya hujan semalam,
merasakan pedih juga kah langit?
hingga kini ku tahan pedih ini
tetapi masih tertumpah air mata dari langit mendung
yang juga membuat kelam hatiku
masih mampu kutesenyum dalam perih ini
masih sanggup kutertawa dalam tangis ini
tapi tak sangup ku menatap indahnya matanya lagi
ingin tertumpah benak ini ke sanubari bumi ini
agar dia tau
agar dia mengerti
ku cinta dia
inginnya yang selalu ku tolak
kukabulkan dengan pikiranku
bukan hatiku
masih sanggup pikiran ku katakan aku tidak cinta padamu
tapi hatiku tak mampu berbohong
aku cinta kamu
aku sayang kamu
kini
dan kini
mulai detik ini
perlahan akan hilang dari hati mu bayang hinaku
memang tak ada lagi pengisi hariku yang fana
ingin ku sapa kau tapi ku sadar
sadar aku
kau ingin aku mejauh dari hidupmu
kau ingin ku tak mengusik kesenanganmu
berulang kali ku berfikir
untuk katakan selamat pagi saja
kau tak ingin ku di sisimu saat ini
tapi ku tak boleh egois
ini cintaku
ini hatiku
kau tahu
dan aku tahu
selamat
selamat akan hidupmu yang baru ini
tanpa aku
tanpa perusak
tanpa ada yang membuatmu sedih
tertawa lepaslah kau
meski bukan di sisiku
itu telah cukup mengoreskan wasiat terakhirku dalam cintaku
resapilah aku jika aku tiada nanti
tetap jaga kau yang kusayang seperti ini
jangan kau ubah pantulan senyummu
selamat atas yang kau dapatkan
bersenang-senanglah
- Adil Pratama
0 comment(s)