Pulang

aku pernah merasa nyaman ketika berada didekatmu. Rasanya damai sekali. aku tak lagi perlu berpura-pura tegar. Semua perasaanku m...





aku pernah merasa nyaman ketika berada didekatmu. Rasanya damai sekali. aku tak lagi perlu berpura-pura tegar. Semua perasaanku mengalir begitu saja. Tanpa takut aku keluarkan. Dimana lagi aku bisa menemukan tempat yang telah lama kusebut dengan “rumah” itu?

senyummu itu memabukkan dan bibirmu terasa seperti anggur ketika aku menciumnya sambil menutup mata dan nafasku yang sempat berhenti beberapa detik setelah  aku menyentuhnya dengan bibirku.

Tapi sayangnya kita sudah lama sekali tidak saling bicara. Bukan karena aku yang membisu. Mungkin egoku saja yang masih membatasi dan menghalangi aku untuk menemukan kata yang ingin aku ucap.

Pagi ini sangat sunyi. Tapi isi kepalaku riuh dan gemuruh. Seperti badai yang seolah-olah menghancurkan semua isi kepalaku. Aku kacau.

Aku rindu dengan bentuk dan rasa bibirmu itu. dengan hangatnya pelukmu dan wangi tubuhmu. Dan juga belaian tanganmu dikepalaku.

Selama aku bisa mengingat, tarakhir kali kita bertemu, saat aku berdiri menghadap lautan lepas memandang jauh ke ufuk barat dengan tatapan kosong, mencoba menikmati sisa senja yang disuguhkan langit. Dengan hangat dan lembut, kau peluk aku. Kau tersenyum padaku lalu kau berkata, “Aku disini untukmu.”

Aku tahu, mengatakan aku tulus mencintaimu saja tidak cukup. Tapi, entah bagaimana lagi aku harus mengungkapkannya atau bagaimana lagi aku harus menunjukkannya. Semua hal yang kukatakan dan kulakukan untukmu tak pernah bener-benar membuatmu puas.

Dan kau tahu betul seberapa hancur aku ketika kau tinggalkan aku begitu saja. Tanpa kabar.

Tapi ada hal yang tak kau ketahui dan kau sebenarnya berhak tahu. Hatiku, walau sudah sering kali kau gores, atau kau tebas dengan tingkahmu, namamu masih ada disana. Meski samar-samar tapi masih jelas terlihat. Entah karena apa, tapi memang itulah adanya. kau tahu kau tidak bisa membohongi hatimu, perasaanmu.

Pemilik hati itu kini sedang merindukanmu. Seperti setiap malam selalu hadir pelukanmu dan tak lupa kecupan bibirmu di keningnya.

Dan dia ingin selalu… “Pulang".



Ryan Hidayat
03 July 2018 
Pekanbaru 


illustration by: Google. 

You Might Also Like

0 comment(s)