Puisi
Tulisan Modern
Kepada Dia Aku Jatuh Cinta
Selasa, Oktober 14, 2014
Dia. Sebelumnya dia tidak pernah hadir dalam kehidupanku. Dia tidak begitu berpengaruh dalam setiap langkahku. Dan dia juga tidak begitu penting bagiku.
Itu dulu. Sebelum akhirnya ia menyapaku dalam kesendirian… kesendirian yang hanya menatap kekosongan. Bayangan kegelapan yang tiada berakhir. Hidup kesepianku terungkap. Ia seperti memberi warna baru dalam hidupku yang penuh dengan kelam kelabu. Seperti melihat cahaya dalam kegelapan. Sejak saat itu, semua hal berubah. Entah apa yang membuat semua itu berubah. Awalnya memang tidak terasa apa-apa. Tapi semakin lama, rasa itu semakin menyesakkan di dada. Bergejolak seperti ada ribuan kupu-kupu yang terbang di dalam sana. Apakah ini yang namanya cinta?
Cinta. Ya Tuhan, Indah sekali rasanya jatuh cinta. Saat malam tiba, sulit sekali rasanya untuk memendam rasa. Tidur pun menjadi tidak mudah. Setiap mata terpejam sekejap saja, hanya wajahnya yang ada.
Aku tak pernah merasakan hal ini sebelumnya. Bahkan dalam mimpi terliarku, aku tak pernah merasa bahagia seperti sekarang. Seperti ada yang tumbuh di dalam sana. Semakin hari semakin merajalela. Tumbuh. Bersemai. Menyeruak. Helai daunnya pun semakin banyak. Akar-akarnya menjalar ke semua sisi. Dari mata sampai ke hati. Dari ujung kepala sampai ke ujung jari kaki. Nah! Sekarang kau pikir aku gila, kan?
0 comment(s)