Jumat, Februari 17, 2017
Apa Kau Juga Pernah?
Jumat, Februari 17, 2017Dia pernah bertanya sekali padaku, “Apa kamu pernah jatuh cinta?” aku jawab, “Aku pernah.” Lalu dia bertanya lagi, “Apa kau pernah ...
Dia pernah bertanya sekali padaku, “Apa kamu pernah jatuh cinta?” aku jawab, “Aku pernah.” Lalu dia bertanya lagi, “Apa kau pernah merasakannya? Merasakan hal yang seolah-olah dadamu sesak seketika? Merasakan hal yang membuat wajahmu berbinar ketika melihatnya karena kau tiba-tiba terpesona tanpa alasan? Merasakan hal yang membuat kakimu gemetaran karena gugup ketika bertemu dan berbincang dengannya?” aku ragu dan menjawab, “belum pernah.”
Aku sendiri terkejut ketika ia melontarkan pertanyaan semacam itu padaku. Rasanya seperti di tampar saat kau masih tertidur dengan nyenyak dan kau langsung terjaga karenanya. Aku tidak menyangka ternyata selama ini aku belum pernah jatuh cinta. Tidak pernah. Sekalipun.
Dan waktu terus berjalan. Sampai akhirnya, waktu mengijinkanku untuk merasakan semua hal itu. Rasanya persis seperti yang dikatakannya. Tidak lebih dan tidak kurang. Aku terdiam. Bukan karena aku merasakan apa yang dikatakannya. Tapi, aku merasakannya saat bersamamu.
Ya. Kamu.
Setiap perasaan yang tumbuh di dada bukanlah perasaan yang salah. Setiap orang berhak dijatuhi cinta. Dan dari teori mana pun yang kau pelajari, cinta tak pernah salah. Perasaan adalah perasaan. Meski saat jatuh dan membuat patah, cinta terlihat kejam dan menyakitkan. Namun, harus diingat-ingat lagi, setiap hal yang jatuh selalu punya masa baik. Semisal, buah yang jatuh, jika tak cepat diambil dan dimakan, akan menjadi buah yang busuk. Atau mungkin akan diambil orang lain.
Begitulah perasaan. Saat dia memilih jatuh di hatimu. Kau hanya punya pilihan. Mengambilnya dan menyatakan. Atau membiarkan waktu membuatnya hilang atau mungkin diambil orang lain. Sebab itu, aku tidak ingin terlambat. Aku memilih mengambilnya, memilih menyatakan perasaan kepadamu. Aku memilih menyatakan perasaan bukan semata agar kau membalas perasaanku. Tak lain hanya ingin kau tahu, aku orang yang jatuh cinta kepadamu. Dan tidak ingin menyimpannya sendiri.
Sebab tugas orang menyatakan perasaan hanyalah menyatakan perasaan. Hanya memberi tahu, bahwa ia punya perasaan. Bukan memastikan perasaan itu terbalas. Perihal terbalas atau tidak, itu urusan lain.
17 Feb 2017
03:15 PM
- Ryan Hidayat
17 Feb 2017
03:15 PM
- Ryan Hidayat









