Kau boleh meninggalkanku. Kau boleh menyakitiku. Kau boleh mengabaikanku. Kau boleh melupakanku. Dan kau juga boleh membunuh perasaanku. Tapi, sekali kau melakukannya, tolong jangan pernah berpikir bahwa aku akan tetap mencintaimu seperti sebelumnya.
Aku tidak biasanya mengatakan hal seperti ini, tapi aku adalah orang yang sulit untuk membuka hati setelah setengah hatiku yang pernah kuberikan pada seseorang hilang entah kemana. Tapi, kau mahir membukanya dan kau membukanya lebar-lebar. Kau mengagumkan.
Kau yang membuat aku merasakannya. Merasakan hal yang membuat logikaku tak lagi berguna saat itu. Merasakan hal yang membuat aku selalu memikirkan segala hal tentangmu. Merasakan hal yang membuat rasa sakitku menjadi tak terasa untuk sementara waktu. Merasakan hal yang membuat detak jantungku tak beraturan setiap kali melihatmu.
Mereka bilang aku ‘jatuh cinta’.
Aku akui aku pernah mencintaimu. Tapi itu dulu. Sebelum kau tampar aku dengan tingkahmu dan membuat aku tersadar bahwa aku adalah orang bodoh yang pernah memberikan perasaannya semudah itu kepada orang yang mahir menyentuh hati dan juga mahir dalam hal meremukkannya seperti gumpalan salju yang jika dilemparkan ke jendela kaca besar akan meledak dan tercecer-cecer menjadi kecil bagiannya.
Aku pernah mencintaimu. Tapi aku tidak menyesalinya. Justru aku menikmatinya dengan caraku sendiri. Seperti saat aku berdiri di tepi pantai sendirian saat senja tiba, aku suka membayangkan kamu ada disampingku menemani aku menikmati senja sambil mendengarkan deburan ombak berdua. Atau saat aku menangis, kau dengan cepat datang padaku dengan tangan terbuka memberikan pelukan, tempat sandaran, agar aku tiada merasa sendiri.
Tapi, aku memanglah sendiri.
Dan maafkan aku karena aku harus mengatakan ini. Walaupun aku mencintaimu tapi aku tidak menginginkanmu.
Aku tidak menginginkanmu untuk menjadi separuh hidupku. Separuh hati yang pernah ku beri ternyata tak gunakan dengan baik. Aku memilih untuk mencari seseorang yang pernah kehilangan separuh hatinya untuk orang lain. Karena aku percaya, jika dia pernah kehilangan separuh hidupnya, maka ia mencari seseorang untuk melengkapi hatinya.
4 Feb 2017
1:43 AM
- RYAN HIDAYAT
4 Feb 2017
1:43 AM
- RYAN HIDAYAT

0 comment(s)