Puisi
Apa Kabar Kamu Hari Ini?
Jumat, April 04, 2014
Apa kabar
kamu hari ini? Sudah lama sekali rasanya aku tidak mendengar suara tawamu. Aku
rindu sekali saat kita dulu sering bersenda gurau di taman kota. Membiarkan
kulit kita terbakar disengat matahari. Mencium aroma bunga mawar yang menyebar
disetiap sudut taman itu. mendengar kicauan burung yang tergodada hinggap di
salah satu ranting pohon disana. Warna sekelilingnya menjadi kuning seperti
bunganya meskipun daun-daunnya bertahan hijau.
Apa kabar
kamu hari ini? Sudah lama sekali rasanya aku tidak melihat senyum menggodamu
yang manis itu. Kau selalu menatapku seperti itu. kau buat aku tersipu malu.
Dan aku tidak tahan untuk tidak menatapmu saat itu. Tidak ada yang pernah
mengatakan padaku apa sebenarnya maksud dari senyumanmu itu.
Pandanganmu
jauh ke atas langit. Kau memandang lama seolah tanpa kau perintahkan, aku harus
ikut memandangnya. Langit tampak cerah sore itu. ada burung yang mendadak
terbang dan ia sama sekali tidak ingat lagi akan selembar bulunya yang
tersangkut di ranting pohon tadi. Kita menyaksikan burung itu menukik ke atas
kota kita dan mengibas-ibaskan asap pabrik dengan bulunya. Burung itu tidak
meninggalkan jejak kakinya di langit. Bukan karena langit tidak suka, sayang.
Tapi karena kita tidak bisa melihatnya.
Apa kabar
kamu hari ini? Aku ingin mengulang semua kenangan yang pernah kita tuliskan di
secarik kertas yang using itu. Apa kabar kamu hari ini? semoga burung tadi
menyampaikan salamku untukmu melalui selembar bulunya yang lembut bak sutra.
0 comment(s)