Birthday
Kisah Ryan
BIRTHDAY HAVE AN OWN STORIES part III
Kamis, Mei 29, 2014
Saat Hari Itu Tiba
00.02 AM
Cuaca pagi itu mendung. Bahkan
suara angin kencang terdengar dari kamarku pertanda hujan akan turun.
Teleponku berdering. Pesan masuk.
Terlihat nama seseorang disana. Erlina Sari Lubis.
“happy born day, Ryan Hidayat :D
the best wishes for you, longlife, and stay to be ketjeeeeh [{}]”
Aku merasa lucu dengan kalimat
terakhir yang ia kirimkan padaku. Aku tersenyum. Senang.
Hanya selang waktu 3 menit dari
pesan pertama, pesan kedua tiba. Ada nama lain disana.
“forget your past. face your
future and do the best. I hope this year will be the happiest year that ever
happened in your life. happy birthday :D”
Ini doa sempurna pagi ini. Aku
berharap agar Tuhan mengabulkan setiap doa-doa yang terucap hanya untukku. Doa
itu... TUNGGU! Apa barusan ia berdoa ‘ini akan menjadi tahun paling bahagia’,
untukku?
Aku dapat mendengar suara detak
jantungku. Aku tersentuh.
Pagi itu, aku tidur dengan
perasaan bahagia. Ternyata ini mudah. Tidak seperti yang aku bayangkan sebelumnya.
12.34 PM
Belum ada juga tanda
kedatangannya. Dari banyak pesan, namanya juga belum muncul juga di layar
teleponku.
Aku pura-pura tidak tahu apa yang
sedang terjadi dan apa aku tunggu. Aku duduk di depan beranda rumahku dengan
secangkir teh panas yang kubuat.
Lama aku duduk terdiam menatap
orang lalu lalang di tepi jalan. Terkadang terlihat beberapa kendaraan yang
melintas. Cuaca siang itu panas. Tidak banyak awan yang menggantung di langit
sana. Terdengar suara pesawat walau jarak yang begitu terus menerus menjauh.
Aku tetap duduk. Terus menatap
orang-orang dan kendaraan-kendaraan yang belum tentu menatapku
kembali.Daun-daunan kering dari pohon yang dulu melahirkannya di depan rumahku
berguguran. Berputar-putar sebelum akhirnya menyentuh tanah yang menjadi
sahabat barunya.
03.15 PM
Aku tidak lelah berpura-pura. Aku
hanya lelah menunggu. Kuputuskan untuk memilih tidur sore ini. Awan disana
semakin lama semakin menggumpal. Gumpalan yang yang sangat besar. Semakin lama
semakin kelam. Kelam kelabu. Aku harap hujan turun saat aku terlelap tidur.
Rintik hujan membasahi kulitku. Aku masuk kamar dan tertidur.
11.09 PM
Setidaknya aku bersyukur. Sangat
bersyukur bisa juga akhirnya aku melewati hari ini. Lebih indah dari yang aku
duga selama ini.
Alhamdulillah. Tuhan, Engkau
sangat baik telah menuntunku. Bukan. Sangat paling baik. Karena Kau Maha Baik.
Ada begitu banyak perubahan yang
aku dapatkan. Dari yang sebelumnya aku tidak tahu apa-apa dan tidak tahu harus
melakukan apa, sekarang aku banyak tahu walau bukan berarti aku tahu segala
hal. Masih banyak kekurangan karena aku tahu aku hanyalah seorang hamba yang
hina. Ada begitu banyak pelajaran yang aku terima. Semua ini karenaMu, Tuhan.
Terima kasih.
11.56
Mungkin hari ulang tahun tidak terlalu penting bagi
mereka. Tapi, sejarah cinta kedua orangtuaku tetaplah menjadi sebuah kenangan
yang indah. Dan itu artinya, hari ini tetap harus spesial bagi mereka, dan aku
tentunya. Dan aku bersyukur kepada Tuhan. Dan aku berterima kasih kepada
orangtuaku dan saudara-saudaraku.
Pertama.
Aku sangat bersyukur dan berterima kasih sama Tuhan.
Entah yapa yang dia rencanakan tapi aku merasa lebih sesuatu yang lebih untuk
bisa melewati hari ini ataupun hari setelahnya. Entah kata apa lagi yang ingin
aku katakan disini, aku bingung. Tapi yang penting, aku bersyukur. Aku
berterima kasih.
Kedua.
Siang itu, mereka sempat meneleponku. Bertanya tentang
kabarku awalnya. Aku pikir mereka lupa. Tapi ternyata tidak. Aku tersentuh
[lagi]. Mereka menanyakan apa yang aku minta sebagai hadiah untuk hari ini.
Banyak sekali yang ingin aku minta. Mungkin jika dibuatkan daftar permintaan
RYAN HIDAYAT dalam bentuk buku, pasti sangat tebal. Tapi aku tahu diri. aku
masih diberi kesempatan untuk hidup sama Tuhan saja aku sangat bersyukur. Aku
masih diberi uang jajan sama orangtuaku saja aku sangat berterima kasih. Bahkan
aku menganggap itu sudah termasuk hadiah. Apapun yang mereka berikan itu aku
anggap hadiah. Hadiah Terindah
Hari ini belum berakhir. Masih ada sisa waktu
sekitar 4 menit. Pesan darinya belum juga hadir. Ternyata dia tidak datang. Jangankan dia, pesan darinya pun tidak ada. Aku
kecewa. Tapi tidak terlalu kecewa karena aku sudah terlatih untuk itu.
Sebelumnya aku juga sudah bersiap siap jika benar dia tidak datang.
Untuk menutup hari ini. Aku mengucap syukur. Aku berdoa,
sama seperti doa-doa yang mereka ucapkan padaku. Aku juga berdoa untuk mereka
agar Tuhan tetap bersama mereka. Aamiin. Dan aku berdoa untuk diriku sendiri.
Semoga Tuhan menangkap doa yang baru saja selesai kuucapkan dengan perlahan dan
dengan segera mengabulkannya.
Ketiga.
Aku sangat berterima
kasih kepada semua orang yang sudah give
a congratulation to me. Siapa saja. Aku sangat berterima kasih yang sudah
mengucapkan secara langsung ataupun tidak secara langsung. Tapi aku tetap
menghargai itu. Sangat berharga malah. Tapi aku sangat minta maaf jika tidak
ada respon yang aku berikan kepada orang-orang yang menyampaikan hal itu di
akun facebook pribadiku, Ryan Lewis atau akun twitter pribadiku @rhid17[sebelum
diblokir]. Karena alasan terlalu banyak dan aku juga tidak bisa membalas semua
satu persatu.
0 comment(s)