BIRTHDAY HAVE AN OWN STORIES part III

Saat Hari Itu Tiba      00.02 AM      Cuaca pagi itu mendung. Bahkan suara angin kencang terdengar dari kamarku pertanda hujan aka...



Saat Hari Itu Tiba
     00.02 AM
     Cuaca pagi itu mendung. Bahkan suara angin kencang terdengar dari kamarku pertanda hujan akan turun.
     Teleponku berdering. Pesan masuk. Terlihat nama seseorang disana. Erlina Sari Lubis.
     “happy born day, Ryan Hidayat :D the best wishes for you, longlife, and stay to be ketjeeeeh [{}]”
     Aku merasa lucu dengan kalimat terakhir yang ia kirimkan padaku. Aku tersenyum. Senang.
     Hanya selang waktu 3 menit dari pesan pertama, pesan kedua tiba. Ada nama lain disana.
     “forget your past. face your future and do the best. I hope this year will be the happiest year that ever happened in your life. happy birthday :D”
     Ini doa sempurna pagi ini. Aku berharap agar Tuhan mengabulkan setiap doa-doa yang terucap hanya untukku. Doa itu... TUNGGU! Apa barusan ia berdoa ‘ini akan menjadi tahun paling bahagia’, untukku?
     Aku dapat mendengar suara detak jantungku. Aku tersentuh.
     Pagi itu, aku tidur dengan perasaan bahagia. Ternyata ini mudah. Tidak seperti yang aku bayangkan sebelumnya.
     12.34 PM
     Belum ada juga tanda kedatangannya. Dari banyak pesan, namanya juga belum muncul juga di layar teleponku.
     Aku pura-pura tidak tahu apa yang sedang terjadi dan apa aku tunggu. Aku duduk di depan beranda rumahku dengan secangkir teh panas yang kubuat.
     Lama aku duduk terdiam menatap orang lalu lalang di tepi jalan. Terkadang terlihat beberapa kendaraan yang melintas. Cuaca siang itu panas. Tidak banyak awan yang menggantung di langit sana. Terdengar suara pesawat walau jarak yang begitu terus menerus menjauh.
     Aku tetap duduk. Terus menatap orang-orang dan kendaraan-kendaraan yang belum tentu menatapku kembali.Daun-daunan kering dari pohon yang dulu melahirkannya di depan rumahku berguguran. Berputar-putar sebelum akhirnya menyentuh tanah yang menjadi sahabat barunya.
     03.15 PM
     Aku tidak lelah berpura-pura. Aku hanya lelah menunggu. Kuputuskan untuk memilih tidur sore ini. Awan disana semakin lama semakin menggumpal. Gumpalan yang yang sangat besar. Semakin lama semakin kelam. Kelam kelabu. Aku harap hujan turun saat aku terlelap tidur. Rintik hujan membasahi kulitku. Aku masuk kamar dan tertidur.
     11.09 PM
     Setidaknya aku bersyukur. Sangat bersyukur bisa juga akhirnya aku melewati hari ini. Lebih indah dari yang aku duga selama ini.
     Alhamdulillah. Tuhan, Engkau sangat baik telah menuntunku. Bukan. Sangat paling baik. Karena Kau Maha Baik.
     Ada begitu banyak perubahan yang aku dapatkan. Dari yang sebelumnya aku tidak tahu apa-apa dan tidak tahu harus melakukan apa, sekarang aku banyak tahu walau bukan berarti aku tahu segala hal. Masih banyak kekurangan karena aku tahu aku hanyalah seorang hamba yang hina. Ada begitu banyak pelajaran yang aku terima. Semua ini karenaMu, Tuhan. Terima kasih.
     11.56
Mungkin hari ulang tahun tidak terlalu penting bagi mereka. Tapi, sejarah cinta kedua orangtuaku tetaplah menjadi sebuah kenangan yang indah. Dan itu artinya, hari ini tetap harus spesial bagi mereka, dan aku tentunya. Dan aku bersyukur kepada Tuhan. Dan aku berterima kasih kepada orangtuaku dan saudara-saudaraku.
Pertama.
Aku sangat bersyukur dan berterima kasih sama Tuhan. Entah yapa yang dia rencanakan tapi aku merasa lebih sesuatu yang lebih untuk bisa melewati hari ini ataupun hari setelahnya. Entah kata apa lagi yang ingin aku katakan disini, aku bingung. Tapi yang penting, aku bersyukur. Aku berterima kasih. 
     Kedua.
Siang itu, mereka sempat meneleponku. Bertanya tentang kabarku awalnya. Aku pikir mereka lupa. Tapi ternyata tidak. Aku tersentuh [lagi]. Mereka menanyakan apa yang aku minta sebagai hadiah untuk hari ini. Banyak sekali yang ingin aku minta. Mungkin jika dibuatkan daftar permintaan RYAN HIDAYAT dalam bentuk buku, pasti sangat tebal. Tapi aku tahu diri. aku masih diberi kesempatan untuk hidup sama Tuhan saja aku sangat bersyukur. Aku masih diberi uang jajan sama orangtuaku saja aku sangat berterima kasih. Bahkan aku menganggap itu sudah termasuk hadiah. Apapun yang mereka berikan itu aku anggap hadiah. Hadiah Terindah
      Hari ini belum berakhir. Masih ada sisa waktu sekitar 4 menit. Pesan darinya belum juga hadir. Ternyata dia tidak datang. Jangankan dia, pesan darinya pun tidak ada. Aku kecewa. Tapi tidak terlalu kecewa karena aku sudah terlatih untuk itu. Sebelumnya aku juga sudah bersiap siap jika benar dia tidak datang.
Untuk menutup hari ini. Aku mengucap syukur. Aku berdoa, sama seperti doa-doa yang mereka ucapkan padaku. Aku juga berdoa untuk mereka agar Tuhan tetap bersama mereka. Aamiin. Dan aku berdoa untuk diriku sendiri. Semoga Tuhan menangkap doa yang baru saja selesai kuucapkan dengan perlahan dan dengan segera mengabulkannya.
Ketiga.
Aku sangat berterima kasih kepada semua orang yang sudah give a congratulation to me. Siapa saja. Aku sangat berterima kasih yang sudah mengucapkan secara langsung ataupun tidak secara langsung. Tapi aku tetap menghargai itu. Sangat berharga malah. Tapi aku sangat minta maaf jika tidak ada respon yang aku berikan kepada orang-orang yang menyampaikan hal itu di akun facebook pribadiku, Ryan Lewis atau akun twitter pribadiku @rhid17[sebelum diblokir]. Karena alasan terlalu banyak dan aku juga tidak bisa membalas semua satu persatu.

You Might Also Like

0 comment(s)