Dia. Yang dulunya sering kau puja-puja karena kesempurnaan yang dimilikinya, kau fikir itu akan menjadi miliknya seutuhnya seolah ada sesuatu yang abadi selamanya? Tidak! Sekali lagi kukatakan padamu tidak ada yang abadi. Bahkan suatu saat matahari juga akan mengingkari janjinya untuk selalu setia bersinar menerangi bumi dan juga pelangi akan mengingkari janjinya untuk membiaskan diri dan memberi warna untuk menghiasi bumi.
Tapi, bukan itu masalahnya. Matahari tak pernah mau berhenti bersinar sampai kau juga bersinar seperti dirinya. Kita bicara soal kesetiaanya. Bukan sinarnya ataupun janjinya. Tapi kau memilih untuk berpaling darinya. Kau lebih menyukai malamnya daripada siangnya. Dan ia merasa tiada guna lalu memilih untuk berhenti bersinar dan pergi.
Tapi, bukan begitu itu ceritanya. Pelangi tak mau berhenti membiaskan diri sampai kau merasa hidupmu penuh warna seperti dirinya. Tapi jika matahari memilih untuk berhenti bersinar dan pergi, lalu bagaimana lagi caranya ia bisa membiaskan diri? Bagaimana lagi caranya supaya ia bisa memberi warna lagi? Kita bicara soal pemberian tulus darinya. Bukan warnanya. Tapi, kau memilih untuk berpaling darinya. Kau lebih suka saat melihat berlian yang tak hentinya bersinar dalam kegelapan. Bahkan ia juga mampu membiaskan diri melalui cahaya dari sebuah lilin dan memberimu warna persis seperti yang dibiaskan sang pelangi. Dan ia merasa tiada guna lalu memilih dan meminta agar hujan berhenti turun ke bumi.
0 comment(s)