Rabu, Juli 04, 2018
Pulang
Rabu, Juli 04, 2018aku pernah merasa nyaman ketika berada didekatmu. Rasanya damai sekali. aku tak lagi perlu berpura-pura tegar. Semua perasaanku m...
aku
pernah merasa nyaman ketika berada didekatmu. Rasanya damai sekali. aku tak
lagi perlu berpura-pura tegar. Semua perasaanku mengalir begitu saja. Tanpa takut
aku keluarkan. Dimana lagi aku bisa menemukan tempat yang telah lama kusebut
dengan “rumah” itu?
senyummu
itu memabukkan dan bibirmu terasa seperti anggur ketika aku menciumnya sambil
menutup mata dan nafasku yang sempat berhenti beberapa detik setelah aku menyentuhnya dengan bibirku.
Tapi
sayangnya kita sudah lama sekali tidak saling bicara. Bukan karena aku yang
membisu. Mungkin egoku saja yang masih membatasi dan menghalangi aku untuk
menemukan kata yang ingin aku ucap.
Pagi
ini sangat sunyi. Tapi isi kepalaku riuh dan gemuruh. Seperti badai yang
seolah-olah menghancurkan semua isi kepalaku. Aku kacau.
Aku
rindu dengan bentuk dan rasa bibirmu itu. dengan hangatnya pelukmu dan wangi
tubuhmu. Dan juga belaian tanganmu dikepalaku.
Selama
aku bisa mengingat, tarakhir kali kita bertemu, saat aku berdiri menghadap
lautan lepas memandang jauh ke ufuk barat dengan tatapan kosong, mencoba
menikmati sisa senja yang disuguhkan langit. Dengan hangat dan lembut, kau
peluk aku. Kau tersenyum padaku lalu kau berkata, “Aku disini untukmu.”
Aku
tahu, mengatakan aku tulus mencintaimu saja tidak cukup. Tapi, entah bagaimana
lagi aku harus mengungkapkannya atau bagaimana lagi aku harus menunjukkannya. Semua
hal yang kukatakan dan kulakukan untukmu tak pernah bener-benar membuatmu puas.
Dan
kau tahu betul seberapa hancur aku ketika kau tinggalkan aku begitu saja. Tanpa
kabar.
Tapi
ada hal yang tak kau ketahui dan kau sebenarnya berhak tahu. Hatiku, walau
sudah sering kali kau gores, atau kau tebas dengan tingkahmu, namamu masih ada
disana. Meski samar-samar tapi masih jelas terlihat. Entah karena apa, tapi
memang itulah adanya. kau tahu kau tidak bisa membohongi hatimu, perasaanmu.
Pemilik
hati itu kini sedang merindukanmu. Seperti setiap malam selalu hadir pelukanmu
dan tak lupa kecupan bibirmu di keningnya.
Dan dia ingin
selalu… “Pulang".
Ryan Hidayat
03 July 2018
Pekanbaru
illustration by: Google.













