Puisi
Takut
Jumat, Juni 06, 2014
Aku terpaku. Dan aku masih tetap berdiri di tengah
luasnya padang rumput ilalang yang membentang dari barat ke timur dan dari
utara ke selatan. Aku takut. Aku sangat takut untuk melangkahkan kakiku. Aku
merasa sangat kesepian disini. Tak pernah ada orang yang datang menemani. Tak
pernah ada orang yang mengerti.
Aku berjalan perlahan seperti kabut yang turun dari
atas bukit dengan sangat hati-hati. Aku masih takut. Aku merasa sangat kacau
sekali pada saat itu. Tak pernah ada orang yang tulus memahami. Tak pernah ada
orang yang membiarkanku pergi.
Aku berlari seperti ombak yang menerjang apapun yang
ada didepannya. Aku menciptakan angin yang membuat pepohonan bergoyang,
menari-nari dengan riang. Dan aku masih tetap takut. Aku sangat takut kalau
sekiranya aku terjatuh. Pasti rasanya itu sangat menyakitkan. Tak pernah ada
orang yang berniat membantu. Tak pernah ada orang yang mau menyemangatiku.
0 comment(s)