Kenapa?

Kenapa kau melakukan itu? Kenapa setiap kali aku duduk di beranda sebuah caf é dengan secangkir teh yang masih hangat dan beberapa pot...



Kenapa kau melakukan itu? Kenapa setiap kali aku duduk di beranda sebuah café dengan secangkir teh yang masih hangat dan beberapa potong roti dengan selai cokelat dan keju didalamnya, kau terlihat seberti sedang mencuri-curi perhatian kepadaku? Saat itu aku berfikir bahwa ada sesuatu yang salah terjadi padaku. Seperti apakah aku salah dalam cara memakan rotiku ataukah ada sesuatu di wajahku yang entah sudah berapa lama ada di sana.

Kenapa kau melakukan itu? Kenapa setiap kali aku sedang tidak menatapmu, berpura-pura menulis puisi ini dan berfikir apa lagi yang akan aku tulis disana, kau tersenyum- senyum melihat tingkahku yang mungkin saja terlihat lucu bagimu? Ayolah! Katakan saja yang sebenarnya! Janganlah kau buat aku hidup dalam keraguan seperti ini!

Kenapa kau melakukan itu? Kenapa sepertinya kau rela meluangkan waktumu untuk lewat di depan rumahku, kau memperlampat laju mobilmu hanya untuk memastikan apakah aku ada disana sedang di kursi taman dengan sebuah buku Daun Yang Jatuh Tidak Pernah Membenci Angin di tangan kiriku dan segelas susu dengan rasa vanilla yang masih hangat di tangan kananku, demi bertemu akukah?

Aku berani mengatakan seperti itu karena kau melakukannya tidak sekali dua kali.
Asal kau tahu saja. Aku sebenarnya berpura-pura tidak tahu. Aku bersikap seolah-olah aku tidak tahu apa-apa karena aku masih ingin melihat bagaimana caramu merebut hatiku. Terkadang tanpa kau sadari sebelum tidurku, aku sering kali memikirkanmu. Yang aku inginkan darimu hanyalah kau melakukan lebih dari itu.

Jangan pernah takut! Anggap saja satu senyuman manismu yang kau berikan untukku sebagai tiket emas untuk memenangkan perhatianku. Itu saja sudah cukup bagiku.

Tapi, kau sepertinya telah menyerah. Seolah aku tidak memberikan respon yang baik untukmu. Maafkan aku jika kau menggangapnya demikian. Percayalah! Aku tak bermaksud seperti itu.

Yang aku inginkan darimu hanyalah kau melakukan lebih dari itu. 




You Might Also Like

0 comment(s)