Temani Aku
Sabtu, April 23, 2016
Untung
saja rumah ada jendelanya. Tapi aku hanya berani mengintip. Bersembunyi
diantara ketakutan dan berteman dengan kesepian.
Tolong
keluarkan aku!!!
Sekian
lama aku menunggu dan menanti, adakah diluar sana yang hendak mencari. Mencari
aku yang dikurung oleh kebodohanku sendiri.
Di
balik tirai aku hanya melihat ada banyak bayangan gelap nan hitam. Sunyi. Tak
ada satupun sahutan atau teriakan yang terdengar. Sekian lama aku menunggu dan
menanti untuk dapat memahami apa, mengerti kenapa, dan menerima mengapa. Karena
yang kutahu hampir semua jawaban butuh alasan dan penjelasan.
Beri
aku segelas anggur dan temani aku disini sampai malam menjelang pagi. Hibur aku
dengan sebuah gitar dan ciptakan musik yang merdu untukku seperti ombak di tepi
pantai. Lalu kau bebas pergi.
- Ryan Hidayat
- Ryan Hidayat

0 comment(s)