Temani Aku

Untung saja rumah ada jendelanya. Tapi aku hanya berani mengintip. Bersembunyi diantara ketakutan dan berteman dengan kesepian. Tol...



Untung saja rumah ada jendelanya. Tapi aku hanya berani mengintip. Bersembunyi diantara ketakutan dan berteman dengan kesepian.
Tolong keluarkan aku!!!

Sekian lama aku menunggu dan menanti, adakah diluar sana yang hendak mencari. Mencari aku yang dikurung oleh kebodohanku sendiri.

Di balik tirai aku hanya melihat ada banyak bayangan gelap nan hitam. Sunyi. Tak ada satupun sahutan atau teriakan yang terdengar. Sekian lama aku menunggu dan menanti untuk dapat memahami apa, mengerti kenapa, dan menerima mengapa. Karena yang kutahu hampir semua jawaban butuh alasan dan penjelasan.


Beri aku segelas anggur dan temani aku disini sampai malam menjelang pagi. Hibur aku dengan sebuah gitar dan ciptakan musik yang merdu untukku seperti ombak di tepi pantai. Lalu kau bebas pergi.





- Ryan Hidayat

You Might Also Like

0 comment(s)