Cepatlah Kembali
Sabtu, Mei 21, 2016
Aku rela dan aku mau menghabiskan seluruh sisa waktu dalam hidupku hanya untuk menunggumu. Tak peduli seberapa benci aku dengan kata menunggu, jika aku mau akan kulakukan demi karenamu dengan kesungguhanku hatiku. Hanya saja, pastikan bahwa dirimu pantas akan hal itu. Katakan padaku bahwa kau mencintaiku dan buat aku percaya.
Aku
sudah lama merindukan sebuah pelukan saat musim dingin aku kedinginan dan
kesepian, berdiri dibawah hujan yang ketika itu tak berpihak padaku membuat aku
menggigil dan sepatuku penuh dengan air didalamnya dan ada seseorang disana
datang dengan membawa sebuah sweater yang hangat lalu memelukku sambil berkata,
“Aku disini. Sekarang, ayo kita pulang! Akan kubuatkan susu cokelat panas
untukmu dan beberapa kue kering yang lezat.”
Sekarang,
lihatlah! Aku disini duduk termenung di sudut ruangan dekat dengan jendela kaca
besar yang membuatku lebih leluasa melihat apapun yang terjadi di luar sana. Apakah
kau masih ingat bahwa kita telah
banyak mengamati pemandangan musim gugur yang bervariasi dari tahun ke tahun
dan dari banyak tempat. Kita suka saat melihat daun-daun yang berguguran
seperti kupu-kupu. Sekarang aku sedang menatap pepohonan dengan beragam nuansa
warna antara kuning, jingga, dan merah di seberang danau sana. Sama persis
seperti yang kita lihat. Hanya saja kau tidak ada disini.
Tapi aku rela dan aku mau menunggumu
meskipun aku sama sekali tidak tahu pasti kapan kau akan kembali dan kemudian
kita melakukan hal yang sudah biasa dan tiada bosan kita mengulangnya.

0 comment(s)