Senin, Maret 24, 2014
Lelaki Bertubuh Kurus
Senin, Maret 24, 2014Ia tampak begitu lelah. Tubuhnya sangat kurus karena rasa takut yang sering menggelugutinya. Bahkan untuk melihatpun ia tak punya keber...
Ia tampak
begitu lelah. Tubuhnya sangat kurus karena rasa takut yang sering
menggelugutinya. Bahkan untuk melihatpun ia tak punya keberanian. Sungguh
malangnya dia. Terkadang orang-orang suka kasihan padanya. Bersimpati penuh arti.
Memberikan sepotong senyuman yang tersisa dari hari kemarin. Terkadang ia tak
suka. Hanya membalas kemudian ia berlalu. Terkadang orang-orang suka
merendahkannya. Bersorak-sorai penuh
kemenangan. Memberikan tatapan sinis dan tajam. Terkadang ia bangga. Tapi tak
pernah ia menampakkan bagaimana suasana hatinya saat itu.
Ada jiwa
yang ingin menangis terkurung dalam tubuh yang kurus itu. Begitu sakit tak
tertahankan. Menanti sebuah harapan. Harapan yang tak kunjung menepi di sebuah
dermana yang menjadi tempat kesukaannya. Ada jiwa yang ingin menangis terkurung
dalam tubuh yang kurus itu. Tangisan itu terkadang terdengar terkadang tidak.
Orang orang sering mencari dimana arah suara itu. Tapi sampai kini tak
seorangpun yang dapat menemukannya. Seringkali orang-orang melihatnya tapi tak
pernah menyadari keberadaannya. Seringkali orang-orang mendengarnya tapi selalu
mengacuhkannya.
Sungguh
malang lelaki itu. Tubuhnya kini sangat kurus sekali. Tak pernah ada seorangpun
yang peduli apakah ia butuh apapun yang kini selalu menghantui hati dan
pikirannya. Jika saja ada orang yang peduli dan berjuang untuknya. Kita tidak
pernah tahu betapa bahagianya ia saat itu. Melihat wajahnya yang memancarkan
cahaya sukma yang telah lama padam.
