Lelaki Bertubuh Kurus

Ia tampak begitu lelah. Tubuhnya sangat kurus karena rasa takut yang sering menggelugutinya. Bahkan untuk melihatpun ia tak punya keber...



Ia tampak begitu lelah. Tubuhnya sangat kurus karena rasa takut yang sering menggelugutinya. Bahkan untuk melihatpun ia tak punya keberanian. Sungguh malangnya dia. Terkadang orang-orang suka kasihan padanya. Bersimpati penuh arti. Memberikan sepotong senyuman yang tersisa dari hari kemarin. Terkadang ia tak suka. Hanya membalas kemudian ia berlalu. Terkadang orang-orang suka merendahkannya.  Bersorak-sorai penuh kemenangan. Memberikan tatapan sinis dan tajam. Terkadang ia bangga. Tapi tak pernah ia menampakkan bagaimana suasana hatinya saat itu. 

Ada jiwa yang ingin menangis terkurung dalam tubuh yang kurus itu. Begitu sakit tak tertahankan. Menanti sebuah harapan. Harapan yang tak kunjung menepi di sebuah dermana yang menjadi tempat kesukaannya. Ada jiwa yang ingin menangis terkurung dalam tubuh yang kurus itu. Tangisan itu terkadang terdengar terkadang tidak. Orang orang sering mencari dimana arah suara itu. Tapi sampai kini tak seorangpun yang dapat menemukannya. Seringkali orang-orang melihatnya tapi tak pernah menyadari keberadaannya. Seringkali orang-orang mendengarnya tapi selalu mengacuhkannya. 

Sungguh malang lelaki itu. Tubuhnya kini sangat kurus sekali. Tak pernah ada seorangpun yang peduli apakah ia butuh apapun yang kini selalu menghantui hati dan pikirannya. Jika saja ada orang yang peduli dan berjuang untuknya. Kita tidak pernah tahu betapa bahagianya ia saat itu. Melihat wajahnya yang memancarkan cahaya sukma yang telah lama padam. 



You Might Also Like

0 comment(s)