Puisi
Yang Tak Tersentuh
Minggu, Maret 16, 2014
“Jangan!” sekali lagi aku berteriak dalam
hati sekeras yang aku bisa. Apapun yang ada dalam pikiranmu , kau tak akan
pernah berhasil. Karena aku sudah tahu apa yang telah kamu lakukan dan yang
akan kamu lalukan. Aku bisa saja mendahuluimu. Tapi aku suka melihat bagaimana
caramu melakukannya.
Kau memang tak pernah mengerti dengan
perasaan orang lain saat ia berusaha baik padamu. Kau tak pernah tersentuh, tidak ramah, dan
selalu dingin. Hatimu kau kutuk menjadi beku.
Aku mencoba memperingatimu. Kubilang
“Jangan!” . Aku bukannya ingin menghalangimu untuk menyakiti orang banyak. Tapi
aku hanya ingin menyadarkanmu bahwa bukan orang lain yang akan kau sakiti, tapi
dirimu sendirilah yang akan kau lukai. Dan aku tidak ingin kau terluka.
Dan jika kau tak lagi mendengarkan aku. kau
tak akan pernah lagi mendengarkan aku bicara. Karena mungkin inilah kata yang
terakhir yang aku lontarkan untukmu.
0 comment(s)