Yang Tak Tersentuh

“Jangan!” sekali lagi aku berteriak dalam hati sekeras yang aku bisa. Apapun yang ada dalam pikiranmu , kau tak akan pernah berhasil. K...

“Jangan!” sekali lagi aku berteriak dalam hati sekeras yang aku bisa. Apapun yang ada dalam pikiranmu , kau tak akan pernah berhasil. Karena aku sudah tahu apa yang telah kamu lakukan dan yang akan kamu lalukan. Aku bisa saja mendahuluimu. Tapi aku suka melihat bagaimana caramu melakukannya. 

Kau memang tak pernah mengerti dengan perasaan orang lain saat ia berusaha baik padamu.  Kau tak pernah tersentuh, tidak ramah, dan selalu dingin. Hatimu kau kutuk menjadi beku.
Aku mencoba memperingatimu. Kubilang “Jangan!” . Aku bukannya ingin menghalangimu untuk menyakiti orang banyak. Tapi aku hanya ingin menyadarkanmu bahwa bukan orang lain yang akan kau sakiti, tapi dirimu sendirilah yang akan kau lukai. Dan aku tidak ingin kau terluka. 

Dan jika kau tak lagi mendengarkan aku. kau tak akan pernah lagi mendengarkan aku bicara. Karena mungkin inilah kata yang terakhir yang aku lontarkan untukmu. 

You Might Also Like

0 comment(s)