Puisi
Rahasia Hati
Minggu, Maret 16, 2014
Aku takut saat kejujuran hatiku menghancurkan
segala apa yang telah kita bangun. Aku takut saat setiap pagi setelah bangun
dari tidurku kau mencium keningku dengan manis tiba-tiba terasa hambar. Aku
takut saat saksi bisu yang dulunya adalah tempat kita berbagi kasih sekarang
enggan untuk melihatku dan tidak pernah mengharapkan kehadiranku lagi.
Kenapa tiba-tiba wajahmu yang dulu begitu
teduh dan menyenangkan kini terlihat sangat redup dan tak bercahaya? Kau lebih
banyak diam. Membisu. Seperti keraton putih yang tidak pernah peduli saat kita
dulu sering melukis pelangi yang indah di sana. Pelangi yang tak seorangpun
pernah memperlihatkan kepadaku yang setiap kali kau buat aku penasaran saat
malam hari menyelimuti untuk melihatnya.
Apa aku telah mengetahui semuanya? Rahasia
hati yang tersimpan rapi diantara lembaran-lembaran kertas yang tak pernah bertanya
untuk apa kau membukanya.
2 comment(s)