Bercinta Denganmu

Aku bisa melihatmu lebih lama daripada biasanya. Walau hanya beberapa detik, aku merasa seperti ada gumpalan awan yang datang kepadaku deng...

Aku bisa melihatmu lebih lama daripada biasanya. Walau hanya beberapa detik, aku merasa seperti ada gumpalan awan yang datang kepadaku dengan kecepatan tinggi lalu menghantamku dengan lembut. Aku fikir begitulah cinta yang seharusnya. Hanya melihatmu dari kejauhan saja, aku sudah merasa bahagia. Ingin rasanya aku berlari lalu memelukmu erat saat itu. Tapi, setelah aku fikir lagi, siapalah aku ini?

Sayang. Ternyata cinta tak semudah yang aku fikirkan. Bukan cinta sebenarnya yang rumit. Tapi kita. Hati dan logika kita bertarung bahkan saat kita sedang merasa damai. Mereka tidak pernah bersatu. Tapi mereka saling membutuhkan. Aku akui aku jatuh hati padamu walau logikamu tak pernah mau menerima itu. Itu bukan salahmu. Mungkin, aku saja yang terlalu memaksakan kehendakku untuk memilikimu. 

Aku bisa melihatmu lebih lama daripada biasanya. Kau tatap aku dengan kedua bola matamu. Matamu yang berwarna kecoklatan itu. Juga rambutmu yang terlihat acak-acakan. Semuanya jelas dipandanganku. Kau sungguh menggairahkan dimataku. Ingin sekali rasanya aku bercinta denganmu. Duduk di bawah pohon dan makan roti dengan tomat dan minyak zaitun. Berbaring di rumput kering. Membicarakan tentang hujan dan air musim semi. Ah, apa yang kufikirkan?    



You Might Also Like

0 comment(s)