Menarilah Denganku

Miliaran tetesan hujan yang jatuh ke bumi seolah-olah ada ribuan malaikat yang berlomba-lomba untuk menjadi yang pertama menyambut manu...



Miliaran tetesan hujan yang jatuh ke bumi seolah-olah ada ribuan malaikat yang berlomba-lomba untuk menjadi yang pertama menyambut manusia dengan jiwa-jiwa yang kesepian. Aku adalah hujan. Jika kau tak suka, silahkan berteduh. Jika kau memang suka, tutuplah payungmu untukku. Mari kita menari bersama.

Menarilah di tengah hujan karena tak akan ada yang berani menyakitimu. Seperti aku menari-nari saat seperti satu tetes air hujan jatuh ke permukaan air kolam. Atau seperti ribuan air hujan yang menabrak permukaan trotar jalanan basah. Pepohonan yang tumbuh disekitarnya pun juga ikut menari. Tidakkah kau lihat betapa bahagianya kami? Menarilah. Mulailah berani merasakan hal yang belum pernah kau rasakan sebelumnya.

Aku adalah hujan. Aku tidak bisa memaksa orang-orang agar mereka mengagumi setiap tetesan airku sepenuhnya. Seperti layaknya air mata. Kau memang harus menangis untuk mengeluarkan apapun yang membelenggu dalam hatimu terbuang secara otomatis dengan perlahan lewat menangis itu. Dan kau tahu, ternyata tidak semua orang dengan mudahnya menangisi apa-apa saja yang menyakiti diri mereka dan memutuskan menyimpannya untuk waktu yang lama dan menjadi benalu di hati mereka. Begitu juga denganku. Aku turun ke bumi untuk menumbuhkan tanaman, membasahi tanah kering menjadi lembab, dan menyamarkan air mata orang-orang saat mereka menangis di antara miliaran tetesan hujan yang jatuh ke bumi. Dan kau juga tahu, ternyata tidak semua orang suka basah karenaku.

Aku adalah hujan. Jika kau tak suka, silahkan berteduh. Jika kau memang suka, tutuplah payungmu untukku. Mari kita menari bersama.



You Might Also Like

0 comment(s)