Aku Siap Patah Hati Lagi
Senin, Maret 07, 2016
Kini aku tak peduli. Hanya ini satu-satunya harapan yang aku punya. Jika memang aku harus pergi darinya, telah kulepaskan ia sebelum ia memutuskan untuk pergi. Aku rela. Tapi kumohon padamu, tolong jadikan pelukanmu yang terakhir kali kau berikan padaku sehangat pelukanmu yang pertama. Hanya itu yang aku minta. Agar aku tetap bisa bertahan sendirian meski di cuaca dingin sekalipun.
Kini aku tak peduli. Tak pernah peduli sudah berapa duri yang menusuk di telapak kakiku, aku tak akan pernah berhenti sampai kau yang hentikan langkah ini. Sampai kau menutup hati lalu aku melangkah pergi. Aku hanya menyesal jika akhirnya kau yang lebih dulu pergi. Sungguh.
Aku tak ingin mengganggumu. Aku tak mau membuatmu merasa tidak nyaman denganku. Aku tak mau kau beralih menjadi membenciku.
Semua memang tidak akan bisa kembali seperti semula. Seperti saat kita makan berdua, seperti saat kita melewati rintikan hujan bersama, seperti saat kita menghabiskan malam dengan perdebatan panjang yang selalu berujung dengan tawa, dan segala hal yang indah bagiku namun biasa saja bagimu.
Dan akhirnya, semua rasa cinta ini hanya aku rasakan sendirian saja. Bukannya tak berniat membagi. Hanya saja mungkin dia akan menolakku mentah-mentah.
Sakit? Ia. Tapi aku tak mengapa. Mungkin aku memang tak pantas berdiri disampingnya, bersandar disisinya. Menyesal? Tidak. Aku menikmati setiap detik sakit yang kurasa.
Inspirated by Feby Risa Eriani

0 comment(s)