Buku Ditahan

Backwards. Sekarang kita balik ke zaman waktu aku masih sangat muda banget, unyu-unyu menggemaskan, dan yang paling penting masih polos and...

Backwards. Sekarang kita balik ke zaman waktu aku masih sangat muda banget, unyu-unyu menggemaskan, dan yang paling penting masih polos and still brand new HAHAHAHAHA –apaan sih?-

Waktu aku masih SMP dulu, kita punya kelas masing-masing. Aku kelasnya kelas unggulan loh… beeeuh… jangan tanya gimana caranya aku bisa masuk kesana. Pokoknya jangan pernah tanya. Karena aku mau bilang
“Aku disuruh. Aku dipaksa. Pas aku tolak, ternyata pintu udah dikunci. Jadi, kalau aku enggak nurut dia bakal melakukan sesuatu hal yang tidak… apa-apa buat aku *eh!”
Ini kok jadi becanda gini sih? Awkay. Kali ini kita serius.

Waktu kelas IX aku duduk di kelas unggulan. Tapi sebelumnya aku duduk di kelas regular. Nah, pas di kelas IX itu, awalnya aku ngerasa sedikit berkecil hati dan minder juga karena temen-temen aku pad pinter-pinter dibandingkan aku. Tapi, sejak saat itu aku bertekad untuk meningkatkan kedisiplinanku dalam hal belajar.

Tapi itu nggak bertahan lama –hihihi… jangan kecewa ya?-

Ya karena yang aku lihat, cara mengajarnya beda banget dari kelas-kelasku yang sebelumnya. Di kelasku yang sekarang itu lebih santai tapi tetap serius. Kalau di kelasku yang sebelumnya, udah serius banget, mata udah kaya mata ikan asin, catatan udah kaya kamus lengkap bahasa inggris 2Milyar, kehadiran full, tapi sayang, nggak ada yang masuk ke dalam hati –eh- kepala maksudnya *baper

Jadi mulai dari sana aku ‘menyantaikan’ diri. Nggak minder lagi. Tapi tetep belajar juga dirumah. Itupun kalo ada waktu –eh-

Aku orangnya pelupa banget. Kadang lupa hari, lupa jadwal, buku ketinggalan, aku barfikir, kenapa aku meski bawa buku kesekolah kalau kita punya kelas dan lemari di kelas?

Awalnya aku coba satu buku gitu. Buku paket. Jadi kesannya kaya nggak sengaja ditinggal. Besoknya aku liat lagi, bukunya itu masih ADA!!!
“Gila!!!” pikirku.

Sebenarnya bukan hal yang aneh ya kalo misal buku yang ditinggal itu masih ada dikelas. Karena aku fikir, yang bakalan mencurinya siapa?

Nah, besoknya itu aku tambah bukunya lagi. Misal, hari ini pelajaran Matematika, Biologi, Fisika, dan Bahasa Indonesia, semua buku yang aku bawa hari itu, semuanya aku tinggalin. Selama seminggu penuh, aku bawa semua buku pelajaran dan buku tulisnya dari rumah dan aku tinggalin di kelas, di sekolah. Kalau ada PR? Aku bawa buku paket sama buku tulisnya dari sekolah kerumah.

Awkay, satu hal lagi yang hampir terlupakan bahwa JANGAN PERNAH TINGGALIN ALAT TULIS KAMU DI KELAS!!!

Nih ya? Aku bilangin. Sedangkan tutup pena saja orang-orang ini melihatnya seperti sebongkah berlian apalagi alat tulis yang lain? Karena teman-temanku kelakuannya seperti itu, aku jadi ngerasa kotor. Aku juga terjerumus ke dalam masa-masa kelam seperti itu karena aku juga sering banget kehilangan tutup pena dan aku paling nggak bisa pegang pena kalau nggak ada tutupnya.

Dan, semenjak aku tinggalin semua buku di kelas, teman-temanku awalnya melihat aku kaya, “ya ampun! Ryan, kamu pemalas banget ya?” sambil geleng-geleng kepala. Aku sih cuek. Ya, mau gimana lagi? Simple kan? Dan aku nggak mau hal-hal yang ribet.

Terus, teman satu mejaku ngikutin. He’s my follower! Mungkin dia juga berfikir hal yang sama seperti hal yang aku fikirkan. It’s awkay. Aku malah senang aku punya temen.

Setelah itu, semenjak teman satu meja aku ngikutin kebiasaan burukku ini, anak-anak yang lain juga ngikutin, SATU LOKAL.

“YAAAAAAAAAAAAAAAY…” *backsound We Are the Champions

Tapi…
Satu sisi aku kaya, “tuh kan aku benar!”
Dan satu sisinya lagi, aku: “HUAAAAAAAAAA… Ya Tuhan! Aku memberikan pengaruh buruk sama teman-temanku”

Kalau enggak salah, kita sudah simpan buku dilaci meja itu sekitar beberapa bulan atau minggu, aku lupa. Dan terakhir itu karena…

Aduh… lupa apa masalahnya, pas paginya, kita masih nggak sadar buku kita hilang. Pas kelas sudah mulai, baru semua kebingungan. Panik. Saling tanya temen apakah bukuya hilang juga.

Akhirnya dapat kabar kalau ada yang nahan buku kita. Pihak sekolah. aku dengar sih alasannya karena pihak sekolah berfikir kita nggak niat belajar.

Aku: PAAAAAAAK… kita masuk sekolah dari jam 07.15AM sampai 12.30PM plus pelajaran tambahan dari jam 01.00PM sampai jam 03.00PM itu kurang niat belajar apalagi, pak?  




You Might Also Like

0 comment(s)