Puisi
Rindu
Tulisan Modern
Aku Merindu
Jumat, November 14, 2014
Kau membuatku gugup saat aku tahu kau menunngguku walaupun sebenarnya kau sudah tahu aku sungguh tak suka ditunggu. Tapi aku tak mengira bahwa kau ternyata sudah menungguku sejak lama. Duduk dibawah pohon yang dulu kita pernah menanamnya di atas puncak bukit yang selalu menjadi tempat kita bermain. Masih ingatkah kau waktu dulu saat kau pernah membuatkan aku sebuah ayunan yang diikat di salah satu ranting pohon itu?
Kau membuat kugugup saat aku datang dan melihatmu di sana. Saat aku menatap kedua bola mata indahmu dan senyum manismu, ah tatapan itu membuatku lemah seketika. Seandainya bila kau tahu bagaimana perasaanku padamu, kau pasti tak akan pernah sekalipun membiarkan aku tersiksa merasakan sakitnya merindu. Ibarat sebuah rumput, rinduku bagai padang rumput yang sangat luas di sebuah gurun di negeri nun jauh di sana. Kau tak akan mampu membunuh setiap pucuk perasaan itu. Semakin kautikam, dia tumbuh dua kali lipat.
Dan kini kau berada sangat dekat denganku dan itu membuat kusangat gugup karenanya. Dekat sekali. Bahkan aku dapat mencium aroma tubuhmu dan segarnya nafasmu. Kau peluk diriku. Kau dekap jiwaku. Sesak yang kurasa di dada seakan membuataku tak sanggup lagi untuk menopang tubuhku ini tetap berdiri. Sungguh kau membuataku sangat gugup.
Aku berharap kau mengharapkan kehadiranku seperti aku mengharapkan kehadiranmu ataupun lebih. Aku berharap kau merindukanku seperti aku merindukanmu ataupun lebih. Lebih dari aku.
0 comment(s)