Musim Gugur
Puisi
Tulisan Modern
Musim Gugur
Sabtu, November 15, 2014
Di sepanjang jalanan ini penuh dengan dedaunan kering. Dan aku baru sadar bahwa ternyata sekarang adalah musim gugur. Musim dimana si BeppoTukangsapujalanan akan menyapu setiap sore di sepanjang jalanan ini. Nama sebenarnya tentu bukan itu. Tapi, karena ia bekerja sebagai tukang sapu jalanan dan semua orang memanggilnya begitu, maka ia sendiri juga ikut.
Musim gugur.
Langit yang sangat biru. Hari yang cerah dan indah. Malam yang sejuk bertahap menghiasi bukit yang ditumbuhi pepohonan dengan beragam nuansa warna antara kuning, jingga, dan merah. Kau pernah mengirimkan surat untuk memberitahukan aku kabar tentang waktu yang paling tepat untuk melihat warna-warni musim gugur. Dan kita telah banyak mengamati pemandangan musim gugur yang bervariasi dari tahun ke tahun dan dari tempat ke tempat. Kita suka saat melihat daun-daun yang berguguran jatuh seperti kupu-kupu. Apa yang terjadi atas miliaran daun yang jatuh ke tanah di atas puncak bukit itu?
Kita suka saat berjalan berdua bergandengan tangan. Sewaktu kita berhenti sejenak untuk mengagumi musim gugur, kita mungkin merasa seolah-olah semua pohon di puncak bukit ini sedang bertepuk tangan seraya memberikan pujian bisu kepada sang Pencipta mereka.

0 comment(s)