Puisi
Surat
Tulisan Modern
Surat Untukmu
Selasa, November 18, 2014
Aku punya surat untukmu. Tapi kau tak pernah membacanya. Bukan karena kau tak pernah membukanya. Tapi karena aku tak pernah mengirimkannya.
Kutulis beberapa rangkaian kata-kata indah yang saat itu selalu membuatku sangat gugup untuk menuliskannya. Bahkan aku dapat mendengar suara detak jantung ku sendiri karenanya. Tanganku ikut bergetar saat mulai menuliskan sebuah kalimat dari kata per kata. Terkadang aku menuliskan hal-hal gila yang pernah kita lakukan bersama. Terkadang pula kuselipkan beberapa kata yang menunjukkan tentang perasaanku padamu. Tak butuh waktu yang lama. Karena semua mengalir apa adanya.
Surat itu tersimpan rapi sudah di laci mejaku. Ku kunci rapat lalu kusimpan kuncinya di saku celana sebelah kiriku. Aku berharap bisa mengirimkan surat itu padamu tepat di waktu yang sempurna. Atau saat kau merasa tak ada lagi orang yang benar-benar tulus mencintaimu.
Tapi kini aku ragu. Aku bimbang. Tak tahu lagi yang harus aku lakukan sekarang. Aku takut. Aku takut saat surat itu terkirim tapi surat itu tak pernah ada balasan. Meski aku merasa telah setia menunggunya. Dan kupikir semua ini hanya akan sia-sia.

0 comment(s)