Puisi
Tersesat
Tulisan Modern
Curhat
Jumat, November 28, 2014
“Aku sering merasa tersesat. Terkadang aku bahkan tidak mengenali diriku sendiri. Aku berjalan seperti orang mati. Entah sudah berapa jauh aku melangkah. Kemudian aku berhenti sejenak meski waktu terus saja berjalan.
Seperti sebuah pohon, aku juga ingin selalu disiram. Entah itu karena air hujan atau bahkan dengan air mata. Aku juga ingin melahirkan kenangan dan cerita baru di setiap pertumbuhanku. Entah itu saat aku menumbuhkan selembar daun yang tak pernah mengeluh tentang warna apa sebenarnya yang dikehendakinya atau menjatuhkan miliaran daun karena angin membawanya dan menaruhnya tepat di dasar kolam. Aku juga ingin selalu menbuat orang merasa nyaman saat berteduh. Entah itu karena matahari membakar kulit mereka atau karena aku tempat yang pantas untuk mendengarkan mereka saat menangis. Aku pendengar tuli.
Tapi, aku ditakdirkan menjadi sebuah awan. Kemana angin menerbangkan aku, kesanalah aku berlari. Terkadang aku melawan arus. Tapi aku langsung menghilang seketika. Tak ada yang tahu. Tak ada yang peduli. Saat gumpalanku kecil, aku selalu melihat gumpalan yang lebih besar,dan aku ingin menjadi gumpalan yang besar. Saat gumpalanku besar, aku melihat gumpalan yang kecil, dan aku juga ingin kembali menjadi gumpalan yang kecil.
Aku adalah awan. Katanya aku bebas ingin berbentuk seperti apa. Tapi, tetap saja aku adalah sebuah awan walau logikaku tak pernah mau menerimanya.
Aku sering merasa tersesat. Aku berdiri di suatu tempat tetapi pikiranku melayang kemana-mana. Bahkan aku sendiri sebagai pemilik pemikiran itu tak pernah tahu arah dan tujuan yang sebenarnya. Aku kehilangan diriku, pikiranku, dan aku menjadi orang lain saat itu. Jangan lihat aku!!! Aku sangatlah kacau.
Aku hanya berharap suatu saat aku bias menemukan diriku kembali. Tak ada yang kurang walau banyak sekali perubahan. Darah yang mengalir dari mata, mungkin. Sudahlah. Mungkin sudah ditakdirkan begini. Kau berusaha mencari jati dirimu sendiri. Tapi beberapa dari semua yang kau cari seharusnya tak ditemukan.
- RYAN HIDAYAT
- RYAN HIDAYAT
0 comment(s)