Kenangan Kita

Entah bagaimana lagi mengatakannya, aku ingin sekali mengulang kembali kenangan kita saat musim gugur di Bulan November yang lalu. Waktu k...

Entah bagaimana lagi mengatakannya, aku ingin sekali mengulang kembali kenangan kita saat musim gugur di Bulan November yang lalu. Waktu kau mendorongku di atas ayunan yang kau ikat di salah satu ranting pohon di tepi danau nun jauh di sana. Melayang jauh ke udara. Bertabrakan dengan angin sore. Hanya desir angin yang kurasa dan tak pernah kulihat angin itu tapi percaya angin itu ada disekitarku. Terkadang kita mendengar suara burung dan tak pernah kita lihat burung itu, tapi tahu burung itu ada di sana. 

Lalu kita berjalan bergandengan tangan menuju puncak bukit yang teduh karena ada pohon yang besar tumbuh disana. Kita berbaring berdekatan sambil memandangi langit biru yang dipenuhi dengan awan-awan yang menyerupai bentuk sesuai dengan imajinasi kita. Ada yang berbentuk kucing, ada pula yang berbentuk bunga. Terkadang kau mengatakan ada segerombolan awan yang membentuk sebuah hati. Kita kemudian tersenyum saling bertatapan dan bercumbu di bawah pohon dengan daun daun kering yang berserakan. Ada juga yang jatuh bertaburan. Lalu angin menerbangkannya.





You Might Also Like

0 comment(s)