Di Balik Awan
Rabu, Januari 06, 2016
Kubayangkan ada ubur-ubur berenang menembus
awan. Menari-nari seolah ia telah menemukan kembali rumahnya yang hilang. Siapa
yang menyangka ada ribuan ubur-ubur tinggal disana?
Kubayangkan ada malaikat sedang bersembunyi
di tengah-tengah awan. Sangat hati-hati merajut kabut dengan tangannya agar
tidak terluka dan hujan. Setiap pagi buta ia turunkan kabut itu perlahan
menuruni bukit dan menyelimuti lautan. Siapa yang menyangka malaikat bisa saja
tinggal disana?
Kubayangkan ada sampan sedang berlabuh di
atas awan. Ada yang ingin menjaring hujan. Dengan segera ia tebarkan jalanya
selebar yang ia bisa tapi hujan buru-buru menepisnya. Siapa yang menyangka ada dermaga
yang dibuat disana?
Kubayangkan ada seonggok sarang terletak di
antara awan. Ketika siang menjelang luhur, ketika hari menjelang petang, dan
bahkan ketika malam menjelang senandung tak ada burung yang hinggp disitu.
Siapa yang menyangka ada sebutir telur yang akan menetas disana?
Kubayangkan… [tidak!]
Kulihat ada matahari terbit dari balik
awan. Ketika sinarnya menghangatkan tubuh dari kabut yang sempat menyelimuti
dan mengelus lembut pipiku, yang bisa kulakukan hanyalah memberikan senyuman
kepada siapapun yang melihatnya.
Kita tidak tahu apa saja yang ada dibalik
awan.

0 comment(s)