Di Balik Awan

Kubayangkan ada ubur-ubur berenang menembus awan. Menari-nari seolah ia telah menemukan kembali rumahnya yang hilang. Siapa yang menya...



Kubayangkan ada ubur-ubur berenang menembus awan. Menari-nari seolah ia telah menemukan kembali rumahnya yang hilang. Siapa yang menyangka ada ribuan ubur-ubur tinggal disana?

Kubayangkan ada malaikat sedang bersembunyi di tengah-tengah awan. Sangat hati-hati merajut kabut dengan tangannya agar tidak terluka dan hujan. Setiap pagi buta ia turunkan kabut itu perlahan menuruni bukit dan menyelimuti lautan. Siapa yang menyangka malaikat bisa saja tinggal disana?

Kubayangkan ada sampan sedang berlabuh di atas awan. Ada yang ingin menjaring hujan. Dengan segera ia tebarkan jalanya selebar yang ia bisa tapi hujan buru-buru menepisnya. Siapa yang menyangka ada dermaga yang dibuat disana?

Kubayangkan ada seonggok sarang terletak di antara awan. Ketika siang menjelang luhur, ketika hari menjelang petang, dan bahkan ketika malam menjelang senandung tak ada burung yang hinggp disitu. Siapa yang menyangka ada sebutir telur yang akan menetas disana?

Kubayangkan… [tidak!]

Kulihat ada matahari terbit dari balik awan. Ketika sinarnya menghangatkan tubuh dari kabut yang sempat menyelimuti dan mengelus lembut pipiku, yang bisa kulakukan hanyalah memberikan senyuman kepada siapapun yang melihatnya.

Kita tidak tahu apa saja yang ada dibalik awan.



You Might Also Like

0 comment(s)