Penduduk Langit part II
Selasa, Januari 12, 2016
Pernahkah terbayang olehmu
bahwa kau adalah salah satu penduduk langit di atas awan disana? Aku selalu
merasa ada sosok yang memperhatikanku di setiap hal-hal yang aku lakukan.
Seperti saat berjemur di bawah terik matahari, saat berjalan di tengah hujan,
ataupun saat berbaring di atap rumah. Mereka selau menguntitku kemanapun aku
pergi.
Mungkin mereka hanya
memastikan bahwa semua berjalan sempurna apa adanya. Aku suka membayangkan
diriku menjadi salah satu bagian dari mereka. Mungkin aku akan lebih sering
menengok kebawah. Tak peduli siang ataupun malam. Aku ingin melihat bagaimana
anak-anak bermain dengan layangan mereka, melihat para nelayan yang mengayuh
sampan mereka ke tengah danau, para insan yang sedang terpana asmara berbaring
bawah pohon saat musim gugur dengan pasangan mereka, melihat para pejalan kaki
yang memenuhi suatu tempat di pusat kota, atau melihat bagaimana cara hujan membasahi
bumi.
Dan jika aku punya sayap,
aku akan terbang bebas menembus awan yang sebagian besar terbuat dari kristal
es. Seperti awan sirus misalnya. Sebenarnya
aku tidak terlalu peduli apakah itu awan sirus atau bukan. Sungguh.
Aku terbang
berputar-putar, mengibas-ibaskan awan dengan sayapku, membiarkan awan membelai
lembut wajahku. Rasanya sangat nyaman ketika gumpalan awan itu dengan sengaja
kau tabrakkan dirimu kesana. Seperti menceburkan dirimu ke sungai. Bedanya,
bukan air lagi yang membuatmu basah. Tapi, kristal es. Bayangkan!!!
Oh, aku ingin sekali
membuat boneka salju raksasa yang melayang di udara agar semua orang dengan
mudah melihatnya. Aku ingin menuliskan setiap kata dari namamu. Bahkan aku
ingin sekali menjaring hujan dari awan kumulonimbus. Aku ingin sekali menjaring
hujan dan menggantungkan tetes hujan itu di langit-langit kamarku.
Tapi, yang terpenting dari
itu semua adalah, aku ingin sekali menjadi penduduk langit. Dan semoga kali ini
bukan hanya sekedar mimpi.

0 comment(s)