Penduduk Langit part II

Pernahkah terbayang olehmu bahwa kau adalah salah satu penduduk langit di atas awan disana? Aku selalu merasa ada sosok yang memperha...



Pernahkah terbayang olehmu bahwa kau adalah salah satu penduduk langit di atas awan disana? Aku selalu merasa ada sosok yang memperhatikanku di setiap hal-hal yang aku lakukan. Seperti saat berjemur di bawah terik matahari, saat berjalan di tengah hujan, ataupun saat berbaring di atap rumah. Mereka selau menguntitku kemanapun aku pergi.

Mungkin mereka hanya memastikan bahwa semua berjalan sempurna apa adanya. Aku suka membayangkan diriku menjadi salah satu bagian dari mereka. Mungkin aku akan lebih sering menengok kebawah. Tak peduli siang ataupun malam. Aku ingin melihat bagaimana anak-anak bermain dengan layangan mereka, melihat para nelayan yang mengayuh sampan mereka ke tengah danau, para insan yang sedang terpana asmara berbaring bawah pohon saat musim gugur dengan pasangan mereka, melihat para pejalan kaki yang memenuhi suatu tempat di pusat kota, atau melihat bagaimana cara hujan membasahi bumi.

Dan jika aku punya sayap, aku akan terbang bebas menembus awan yang sebagian besar terbuat dari kristal es. Seperti awan sirus misalnya. Sebenarnya aku tidak terlalu peduli apakah itu awan sirus atau bukan. Sungguh.

Aku terbang berputar-putar, mengibas-ibaskan awan dengan sayapku, membiarkan awan membelai lembut wajahku. Rasanya sangat nyaman ketika gumpalan awan itu dengan sengaja kau tabrakkan dirimu kesana. Seperti menceburkan dirimu ke sungai. Bedanya, bukan air lagi yang membuatmu basah. Tapi, kristal es. Bayangkan!!!

Oh, aku ingin sekali membuat boneka salju raksasa yang melayang di udara agar semua orang dengan mudah melihatnya. Aku ingin menuliskan setiap kata dari namamu. Bahkan aku ingin sekali menjaring hujan dari awan kumulonimbus. Aku ingin sekali menjaring hujan dan menggantungkan tetes hujan itu di langit-langit kamarku.

Tapi, yang terpenting dari itu semua adalah, aku ingin sekali menjadi penduduk langit. Dan semoga kali ini bukan hanya sekedar mimpi. 




You Might Also Like

0 comment(s)