Kau Anggap Apa Aku Ini?

Sulit jadinya apabila kita sudah saling mengenal lalu pada saat kita bertemu disaat aku akan pergi dan kau baru saja datang ke tempat...



Sulit jadinya apabila kita sudah saling mengenal lalu pada saat kita bertemu disaat aku akan pergi dan kau baru saja datang ke tempat yang dulu kita bertemu untuk yang pertama kali kemudian kau melewatiku seolah kau tidak melihatku padahal aku tadi ada di depan matamu. Kau anggap apa aku ini? Sungguh kejam kelakuanmu pada orang yang dulu kau kejar cintanya dan ia perlahan mulai memberikannya karena ia dulu percaya bahwa kau tak akan mengecewakan hatinya.


Entah sejak kapan kau berani menanamkan cinta pada orang ini. Lalu mulai merawatnya dan menyiramnya setiap pagi saat matahari masih enggan menampakkan sinarnya dan bersembunyi di antara gumpalan kabut dari atas gunung. Bersusah payah kau merawatnya sampai akhirnya ia tumbuh dengan sendirinya saat kau mulai lelah menyiraminya. Kau menyerah karena kau pikir semua usahamu sia-sia. Kau tinggalkan ia saat cinta itu butuh disiram. Terlalu cepat kau menyerah, tuan!


Sekarang entah apa lagi yang harus aku lakukan. Aku takkan sanggup jika harus terus menerus melawan sengatan matahati sendirian. Keringnya tanahku mulai pecah belah dan menampakkan carut-marut di dasarnya.


Ada yang berharap hujan turun dengan derasnya. Ada yang meminta gerimis bumi. Tapi dia malah tetap menunggu dan menanti tuannya tetap akan datang suatu saat nanti dan kembali menyiraminya seperti saat dulu ketika ia berharap cintanya tumbuh. Setidaknya sampai cintanya layu karena memang sudah saatnya layu.


Kau ingin cinta kita seperti hutan lebat. Tapi menanam satu pohon saja kau tak sanggup. 





Ryan Hidayat

You Might Also Like

0 comment(s)