Kisah Tanpa Judul

Aku tak tahu apakah ini cinta, rasa kagum, atau hanya sekedar suka. Karena aku sudah lama sekali rasanya tidak merasakan hal-hal semaca...



Aku tak tahu apakah ini cinta, rasa kagum, atau hanya sekedar suka. Karena aku sudah lama sekali rasanya tidak merasakan hal-hal semacam itu. Sebelumnya hidupku aku rasa begitu-begitu saja. Tidak ada yang menarik untuk diceritakan. Tapi setelahnya, setelah seseorang hadir di lembaran baru hidupku yang hampir sepenuhnya kosong, ia membuat jalan ceritanya sendiri tanpa aku perintahkan. Tapi aku tetap mengizinkannya.

Awalnya ku fikir dia bukan siapa-siapa. Hanya sesosok figur yang kuanggap lewat begitu saja. Seperti kebanyakan orang.

Tapi ia lewat bukan sekali dua kali yang sempat sedikit menarik perhatianku padanya. Ia lewat berulang kali. Berputar-putar di kepalaku yang membuat aku sulit tidur jadinya. Dan kurasa dia memang ingin mencuri perhatianku. Sungguh. Aku tak bohong. Tapi hanya aku saja yang tak terlalu peduli. Terlalu bersikap masa bodoh dengan semua sandiwara yang akhirnya selalu sama. ‘MENGECEWAKAN!’

Tapi dia berbeda. Berbeda dari semua orang yang pernah kukenal. Dia tahu kapan harus menulis cerita. Aku bisa membacanya seperti sebuah majalah. Ia membuat jalan ceritanya sendiri tanpa aku perintahkan. Tapi aku tetap mengizinkannya. Walaupun suatu saat nanti aku harus kecewa –lagi-, tak mengapa bagiku. Karena aku juga menginginkannya. Biarlah aku merasakan sakit yang begitu mendalam asalkan hidup bersamanya.

Kita menulis kisah kita berdua. Kita pemeran utama dalam cerita kita. Aku mau. Aku ingin.

Aku tak tahu apakah ini cinta, rasa kagum, atau hanya sekedar suka. Aku sudah tidak sabar ingin tahu yang sesungguhnya. Beri tahu aku secepatnya agar aku tahu ini bukan hanya di kepalaku saja. 







You Might Also Like

0 comment(s)