Malam Ini Milikku
Rabu, Januari 13, 2016
Aku menghadapi malam sendirian. Sunyi. Sepi. Tapi rasanya sangat
damai. Tiada cemas yang menghampiri saat
kau bertanya-tanya, adakah diluar sana yang peduli. Tapi justru malah kau
sendiri yang tak peduli. Tak pernah sekalipun aku merasa sebebas ini. Rasanya
seperti mimpi.
Hari sudah dini hari saat aku berdiri di balkon rumahku dengan ditemani
segelas susu cokelat yang masih hangat saat kau mencoba meminumnya. Kali ini aku punya masalah dengan tidurku
setelah dengan sengaja meminum kopi kesukaanku. Hanya saja aku meminumnya
sesaat setelah malam tiba.
Aku bahkan bisa mendengarkan suara angin yang seolah berbisik-bisik
lembut di telingaku. Aku juga sudah beberapa kali melihat bintang jatuh saat
tatapanku tak pernah lepas dari milyaran bintang yang berserakan di angkasa.
Sepertinya aku akan melewati malam yang sangat panjang. Tapi, aku betah
berlama-lama berada disana.
Aku menghadapi malam sendirian. Aku tak perlu lagi takut akan disakiti.
Kesedihan menjauh ratusan meter dariku. Aku tak perlu lagi takut akan
dikhianati. Kekecewaan menghilang dari radarku sedari tadi.
Malam ini sempurna milikku.

0 comment(s)